Arsip

Posts Tagged ‘cinta’

:Semangkuk sup hangat

Januari 7, 2011 2 komentar

x123.jpgJustposting – Ada beberapa tips dari pakar komunikasi dan percintaan Mbah Kamin, agar hubungan suami-istri tidak hambar, adhem dan anyep.Entah tips ini manjur atau tidak, sebab sampai tulisan ini diturunkan tidak ada lembaga yang sudi melakukan penelitian. (:meled)

Hubungan suami istri, pada masa awal pernikahan begitu bergelora penuh dengan cinta dan rindu.Namun seiring berjalannya waktu, adanya kehadiran buah hati, kesibukan mengurus rumah tangga dan alih-alih lainnya mengakibatkan kemesraan dua sejoli kian hari makin luntur.

Tidak perlu menyalahkan pasangan sendiri, apalagi menuding pasangan tetangga sebagai biangnya.weladalah….(:bengong).

Baca selanjutnya…

Iklan

:Rasa yg harus dibenahi

November 1, 2010 1 komentar

[kisah inspiratif dari seorang kawan]

Belum lama ini saya mendapatkan ilmu baru,pagi yang cerah  motor yang selalu setia menemaniku setiap hari lagi sakit ( jangan aneh y..itu sebutan saya kalau motorku mogok…heee ),jadi dia absen nemenin aku,bukan terpaksa juga sih saya naik angkot…karena g ada pilihan lain…

Di dalam angkot banyak penumpang lain selain saya,saya melamun kira2 motorku sakit kenapa y..??maklum saya g punya ilmu masalah otomotif LLL,tapi saya tertarik menyimak percakapan penumpang yg ada di depanku,karena obrolan mereka sangan serius lamunanku buyar deh…

Persis di depanku sedang asik berbincang 2 orang lelaki, usia nya kutaksir sekitar 35 tahun an ( maaf sok tau ). Lelaki yg duduk di pojok kudengar mengeluh tentang anaknya yang meminta uang buat ongkos sekolah tapi ternyata dia tdk memiliki uang. Dia berbicara tentang pekerjaannya yang tak jelas, tentang ongkos yang terlalu besar dibanding pendapatan yang dia terima. Wajah yang lelah, matanya terlihat sayu di saat pagi hari yang seharusnya memancarkan sorot mata yang penuh semangat.

Baca selanjutnya…

Membalas Fitnah dgn cinta

Oktober 26, 2010 3 komentar

Justposting – Bagaimana perasaanmu jika dirimu melakukan pekerjaan dengan tidak mengharap imbalan kemudian ada seseorang/beberapa orang yang mem-FITNAHmu dengan tuduhan yang sangat keji?

Sebagai manusia biasa tentu kamu akan merasa hatimu tergores kan? Meskipun kadar luka dari goresan itu tentu saja tidak sama, sebanding dengan kapasitas keimananmu masing-masing.

Menyakitkan memang, tapi…ya begitulah dinamika hidup.Ketulusan dan kebaikan kita, belum tentu dilihat dan dirasakan sama seperti apa yg kita harapkan.Salah satu sebabnya tentu saja karena mata manusia itu sangat banyak memiliki kekurangan dan jauh dari sifat sempurna.

Maka mari berfikir positif, mungkin ini teguran karena ada benih2 riya dan ketidak ikhlasan menyertai langkah-langkah kita, mungkin juga Allah SWT sedang menguji konsistensi kita yang tengah belajar dengan tertatihtatih menapaki jalan-Nya yang lurus.

Sebuah jawaban cerdas harus kita siapkan untuk ‘menampik’ segala hujatan, tuduhan dan fitnah yang biadab itu.Tidak dengan AMARAH, tapi dengan CINTA.

Sebab apa yang kita lakukan bukan untuk manusia, tapi karena satu kalimat “Lillahi ta’ala…” insya Allah.

 

TUHANKU,

Lapangkan dada ini dari dengki dan amarah,

Tetapkan langkah-langkah kami untuk istiqomah,

Demi meraih keridhoan-Mu semata-mata.

-**

[irhamna ya Robbi..]

Powered by ScribeFire.

:Sebuah Penyesalan

April 3, 2010 1 komentar

Kisah yg sungguh menyentuh kalbu.kiriman dari teman via emai.sumber : NN

suamiku kini tlah tiada dan penyesalanku yg terus ada

Ini adalah kisah nyata di kehidupanku
Seorang suami yg kucintai yang kini telah tiada
Begitu besar pengorbanan seorang suamiku pada keluargaku

Begitu tulus kasih sayangnya untukku dan anakku
Suamiku adalah seorang pekerja keras. Dia membangun segala yang ada di keluarga ini dari nol besar hingga menjadi seperti saat ini. Sesuatu yang kami rasa sudah lebih dari cukup.

Aku merasa sangat berdosa ketika teringat suamiku pulang bekerja dan aku menyambutnya dengan amarah,tak kuberikan secangkir teh hangat melainkan kuberikan segenggam luapan amarah.
Selalu kukatakan pada dia bahwa dia tak peduli padaku,tak mengerti aku,dan selalu saja sibuk dengan pekerjaannya.
Tapi kini aku tahu.

Semua ucapanku selama ini salah.dan hanya menjadi penyesalanku karena dia telah tiada.
Temannya mengatakan padaku sepeninggal kepergiannya.
Bahwa dia selalu membanggakan aku dan anakku di depan rekan kerjanya.
Dia berkata, “ setiap kali kami ajak dia makan siang,mas anwar jarang sekali ikut kalau tidak penting sekali,alasannya slalu tak jelas.

Dan lain waktu aku sempat menanyakan kenapa dia jarang sekali mau makan siang, dia menjawab, “ aku belum melihat istriku makan siang dan aku belum melihat anakku minum susu dengan riang.lalu bagaimana aku bisa makan siang.” Saat itu tertegun,aku salut pada suamimu. Dia sosok yang sangat sayang pada keluarganya. Suamimu bukan saja orang yang sangat sayang pada keluarga,tapi suamimu adalah sosok pemimpin yang hebat.

Selalu mampu memberikan solusi-solusi jitu pada perusahaan.”
Aku menahan air mataku karena aku tak ingin menangis di depan rekan kerja suamiku. Aku sedih karena saat ini aku sudah kehilangan sosok yang hebat.

Teringat akan amarahku pada suamiku,aku selalu mengatakan dia slalu menyibukkan diri pada pekerjaan,dia tak pernah peduli pada anak kita. Namun itu semua salah. Sepeninggal suamiku. Aku menemukan dokumen2 pekerjaannya.

Dan aku tak kuasa menahan tangis membaca di tiap lembar di sebuah buku catatan kecil di tumpukan dokumen itu, yang salah satunya berbunyi, “ perusahaan kecil CV.Anwar Sejahtera di bangun atas keringat yang tak pernah kurasa. Kuharap nanti bukan lagi CV.Anwar Sejahtera, melainkan akan di teruskan oleh putra kesayanganku dengan nama PT. Syahril Anwar Sejahtera. Maaf nak, ayah tidak bisa memberikanmu sebuah kasih sayang berupa belaian.

Tapi cukuplah ibumu yang memberikan kelembutan kasih sayang secara langsung. Ayah ingin lakukan seperti ibumu. Tapi kamu adalah laki-laki. Kamu harus kuat. Dan kamu harus menjadi laki-laki hebat. Dan ayah rasa,kasih sayang yang lebih tepat ayah berikan adalah kasih sayang berupa ilmu dan pelajaran.

Maaf ayah agak keras padamu nak. Tapi kamulah laki-laki. Sosok yang akan menjadi pemimpin,sosok yang harus kuat menahan terpaan angin dari manapun. Dan ayah yakin kamu dapat menjadi seperti itu.”
Membaca itu,benar2 baru kusadari.betapa suamiku menyayangi putraku.betapa dia mempersiapkan masa depan putraku sedari dini. Betapa dia memikirkan jalan untuk kebaikan anak kita.

Setiap suamiku pulang kerja. Dia selalu mengatakan, “ ibu capai?istirahat dulu saja”
Dengan kasar kukatakan, “ ya jelas aku capai,semua pekerjaan rumah aku kerjakan. Urus anak,urus cucian,masak,ayah tahunya ya pulang datang bersih.titik.”

Sungguh,bagaimana perasaan suamiku saat itu. Tapi dia hanya diam saja. Sembari tersenyum dan pergi ke dapur membuat teh atau kopi hangat sendiri. Padahal kusadari. Beban dia sebagai kepala rumah tangga jauh lebih berat di banding aku. Pekerjaannya jika salah pasti sering di maki-maki pelanggan. Tidak kenal panas ataupun hujan dia jalani pekerjaannya dengan penuh ikhlas.

Suamiku meninggalkanku setelah terkena serangan jantung di ruang kerjanya.tepat setelah aku menelponnya dan memaki-makinya. Sungguh aku berdosa. Selama hidupnya tak pernah aku tahu bahwa dia mengidap penyakit jantung. Hanya setelah sepeninggalnya aku tahu dari pegawainya yang sering mengantarnya ke klinik spesialis jantung yang murah di kota kami.

Pegawai tersebut bercerita kepadaku bahwa sempat dia menanyakan pada suamiku.
“pak kenapa cari klinik yang termurah?saya rasa bapak bisa berobat di tempat yg lebih mahal dan lebih memiliki pelayanan yang baik dan standar pengobatan yang lebih baik pula”
Dan suamiku menjawab, “ tak usahlah terlalu mahal.

Aku cukup saja aku ingin tahu seberapa lama aku dapat bertahan. Tidak lebih. Dan aku tak mau memotong tabungan untuk hari depan anakku dan keluargaku. Aku tak ingin gara-gara jantungku yang rusak ini mereka menjadi kesusahan. Dan jangan sampai istriku tahu aku mengidap penyakit jantung. Aku takut istriku menyayangiku karena iba. Aku ingin rasa sayang yang tulus dan ikhlas.”

Tuhan..Maafkan hamba Tuhan,hamba tak mampu menjadi istri yang baik. Hamba tak sempat memberikan rasa sayang yang pantas untuk suami hamba yang dengan tulus menyayangi keluarga ini. Aku malu pada diriku. Hanya tangis dan penyesalan yang kini ada.

Saya menulis ini sebagai renungan kita bersama. Agar kesalahan yang saya lakukan tidak di lakukan oleh wanita-wanita yang lain. Karena penyesalan yang datang di akhir tak berguna apa-apa. Hanyalah penyesalan dan tak merubah apa-apa.

Banggalah pada suamimu yang senantiasa meneteskan keringatnya hingga lupa membasuhnya dan mengering tanpa dia sadari.Banggalah pada suamimu,karena ucapan itu adalah pemberian yang paling mudah dan paling indah jika suamimu mendengarnya.

Sambut kepulangannya di rumah dengan senyum dan sapaan hangat. Kecup keningnya agar dia merasakan ketenangan setelah menahan beban berat di luar sana.

Sambutlah dengan penuh rasa tulus ikhlas untuk menyayangi suamimu.
Selagi dia kembali dalam keadaan dapat membuka mata lebar-lebar.
Dan bukan kembali sembari memejamkan mata tuk selamanya.

Teruntuk suamiku.
Maafkan aku sayang.
Terlambat sudah kata ini ku ucapkan.
Aku janji pada diriku sendiri teruntukmu.
Putramu ini akan kubesarkan seperti caramu.
Putra kita ini akan menjadi sosok yang sepertimu.
Aku bangga padamu,aku sayang padamu.

Istrimu
Rina

Silahkan berbagi tulisan ini kepada saudara,teman,kerabat anda. Saya berharap pengalaman yg saya miliki dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.

Powered by ScribeFire.

:di hamparan sajadahku

[Note]
puisi seorang sahabat yang sedang dilanda “kasmaran”, subhanallah…
judul puisi aku karang sendiri

Malam ini
Kurindukan sinarnya sang purnama
Kuingin berbaring dan terpejam melepas kelelahan diantara malam
Terbangunku tuk membasahi badan dengan air wudhu di tengah cahaya bintang

Melihat bunga berselimut dari dingin yang bertilam segenap tawa
Menjadikan indahnya lelap disertai ilusi mimpi
Menghampiri peraduan bunga, takutlah sang imam menginjak ranting kering memecah sepi
Bukan gaduh yang akan membangunkan mu tapi telapak sejuk sang imam diantara selimut dingin yang menghangatkan mimpimu

Titah sang imam kepada bunga agar menyirami kelopak dengan air suci lagi menyucikan
Ku tunggu engkau bunga di hamparan sajadahku
Ku pilih engkau menjadi makmum pertama dalam tahajudku
Takbirlah bersamaku di bawah lelapnya malam diantara makhluk terbuai mimpi

Dengarkan Fatihahku menyertai desir angin menyerbakan aroma harum bunga hanya bagi sang imam
Bertasbihlah di dua rukuk dan di dua sujud bersama ku
Setelah itu ku ajak engkau bunga bersyahadat dan bersholawat dalam simpuh tahiyyat.
Sertakan salam kesebelah kanan juga kesebelah kiri mengakhiri
dua roka’at tahajud dalam ibadah yang ikhlas

Angkat dua telapakmu bunga di dalam jubah mukena putih seputih ijab qobul kita
Dalam cahaya temaram aminilah do’a yang ku panjatkan untuk
Kerajaan sakinah kita dalam hiasan bingkai ikhlas
Kerajaan sakinah kita dalam hiasan kuas sholat

Kerajaan sakinah kita dalam hiasan warna-warni ayat-ayat Al-quranul kariim
Tatap dan Ciumlah tangan serta keningku
Karena aku adalah Imammu, karna aku adalah Ka’bahmu, karna aku adalah Hajar Aswadmu.
Melihat kilaumu malam ini bunga, Senyum tipis ditengah-tengah bibir basah dengan dzikir, Menatap mata syahdumu menyejukan duniaku,
Malam ini bunga engkau adalah Istriku Bidadariku

Bungaku lebih elok dari permata, Lebih syahdu dari alunan alam
Berkilau melebihi cahaya perhiasan di muka bumi.
Sholihah adalah jaminan semuanya
Jadilah bunga untuk sang imam
Sampai ke taman syurgawi yang haqiqi

Bersamamu menjadi cerita dengan berjuta warna
Bagai nirwana yang menciptakan segala canda
Tak akan kubiarkan semuanya berubah
Agar kebersamaan kita tetap bersinar dan nyata

Amiin..

Powered by ScribeFire.