Beranda > :berbagi, :edu, Karena Cinta > :Rasa yg harus dibenahi

:Rasa yg harus dibenahi

[kisah inspiratif dari seorang kawan]

Belum lama ini saya mendapatkan ilmu baru,pagi yang cerah  motor yang selalu setia menemaniku setiap hari lagi sakit ( jangan aneh y..itu sebutan saya kalau motorku mogok…heee ),jadi dia absen nemenin aku,bukan terpaksa juga sih saya naik angkot…karena g ada pilihan lain…

Di dalam angkot banyak penumpang lain selain saya,saya melamun kira2 motorku sakit kenapa y..??maklum saya g punya ilmu masalah otomotif LLL,tapi saya tertarik menyimak percakapan penumpang yg ada di depanku,karena obrolan mereka sangan serius lamunanku buyar deh…

Persis di depanku sedang asik berbincang 2 orang lelaki, usia nya kutaksir sekitar 35 tahun an ( maaf sok tau ). Lelaki yg duduk di pojok kudengar mengeluh tentang anaknya yang meminta uang buat ongkos sekolah tapi ternyata dia tdk memiliki uang. Dia berbicara tentang pekerjaannya yang tak jelas, tentang ongkos yang terlalu besar dibanding pendapatan yang dia terima. Wajah yang lelah, matanya terlihat sayu di saat pagi hari yang seharusnya memancarkan sorot mata yang penuh semangat.

Mungkin kegalauan hati yang membuat segarnya pagi hari terasa laksana gelap gulita. Sesekali kepalanya dia sandarkan di kaca, tatapannya menerawang jauh menembus cakrawala yang tiada batas. Si lelaki yang satunya hanya sesekali menimpali obrolan, terlihat teman yang satunya kondisinya tdk jauh berbeda dengan sahabatnya itu.

Akhhh wahai diri, malu kita rasanya. Di saat ada anak manusia yg mengeluh karena kesulitan hanya untuk ongkos anaknya sekolah, seringkali kita mengeluh hanya karena : handphone Touchscreen Nokia atau Samsung keluaran terbaru belum bisa kita beli, atau hanya karena kita ingin mengganti Blackberry kita dengan seri terbaru, atau karena kita ingin mengganti mobil kita dengan mobil yang lebih nyaman. Bahkan keluhan itu muncul karena kita bingung mau makan apa karena hampir smua makanan enak sudah biasa kita makan,,,,( lebay dikit ah…)

di saat yang lain ada yg mengeluh “anak kita mau dikasih makan apa ya pak, beras sudah habis ini ?”.

Melihat ke atas memang tidak akan pernah ada batasnya, karena selalu ada yang lebih tinggi dan lebih tinggi. Ketika coba melihat kebawah, sesungguhnya kita akan segera sampai pada titik, ternyata begitu banyak yang berada di bawah kita, yang lebih susah dari kita, yang lebih kecil gajinya dari kita, yang lebih dan yang lebih kesulitan dibanding kita. Ketika melihat kebawah, kita akan segera tersadar (kalau nikmat Allah pada kita sangatlah banyak) dan kita sebagai hamba harus pandai mengucap syukurAlhamdulillah kalau kita ternyata jauh lebih mudah, lebih beruntung JJJ

Kalau di pikir2 benar juga, ternyata terkadang bukan “SUASANA yang harus kita GANTI ( karena suasana itu ciptaan Allah ), tapi RASA yang harus kita BENAHI”.Rasa yang dipenuhi keluhan dan rengekan kita benahi menjadi rasa syukur dan kepasrahan pada yang memberi kita RASA, ALLAH SWT…dan juga harus kita sadari kalau Rasa syukur itu merupakan salah satu langkah menuju kesempurnaan Iman…

semoga bermanfaat..

salam ukhuwah
~   Norni   ~

Powered by ScribeFire.

Iklan
  1. Juli 2, 2013 pukul 11:00 pm

    I enjoy what you guys tend to be up too. Such clever work and coverage!
    Keep up the good works guys I’ve you guys to my personal blogroll.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: