Beranda > imho, Karena Cinta > :Berbagi duka dan sharing

:Berbagi duka dan sharing

assalamu’alaikum.
 
sahabat dan saudaraku tercinta,
ijinkan aku ingin berbagi duka dan sharing……….
 

berita sangat mengejutkan aku terima sabtu malam jam 23/05/2009 pukul 23.00pm.
tetangga dekat, sekaligus ketua rw di kediaman kami yang lama.
(masih di lingkungan cikarang baru) meninggal dunia karena stroke.
 
konon, semua yg mendengar berita ini terperangah! termasuk aku.
pak rw, adalah sosok yang mudah bergaul dan banyak dikenal orang dari berbagai kalangan.
beliau memang sudah beberapa kali keluar masuk rumah sakit karena problem hipertensi.
 
sore itu, beliau sedang di masjid.mengambil air wudhu untuk siap2 shalat isya.
namun tiba2 kesemutan dan jatuh pingsan.
orang2 terdekatnya segera membawa ke UGD  sebuah rumah sakit terdekat.
 
namun jiwanya tidak tertolong.
berdasarkan hasil diagnosa, tensi darahnya mencapai 315/70!
subhanallah!!
 
beliau pergi dengan tiba-tiba,
meninggalkan 2 orang anak yg beranjak dewasa dan seorang istri.
air mata duka istri beliau tak berhenti mengalir,
hingga saat aku temui esok paginya untuk turut ber-belasungkawa.
 
————————————————————————————-
meninggal, adalah harga mati yang harus kita bayar.
pasti akan datang, tapi tak pernah terduga waktunya.
 
beliau pergi begitu saja, tidak sempat merangkai ucapan “selamat tinggal”,
bahkan kepada orang-orang yang begitu dicintainya : istri dan anak-anaknya.
 
aku yakin, beliau sangat mencintai mereka.
terbukti semasa hidupnya begitu rajin bekerja.berangkat pagi, pulang kadang hampir malam.
ia mempersembahkan seluruh jiwa dan raganya demi kebahagiaan mereka.
bahkan sakit yang bersarang di tubuhnya seringkali tak dirasakan.
 
tetapi,
ketika izroil menjemputnya tiba-tiba.apa yang bisa beliau berikan untuk mereka,
orang2 yg dicintainya ??
 
bagaimana dengan rumah tempat tinggal anak istri beliau?
 
bagaimana dengan biaya sekolah yang harus ditanggung anak2 beliau ?
(saat ini sudah memasuki SMP)
 
bagaimana dengan segala macam cicilan beliau ( jika ada ) ?
 
kendaraan, rumah, pinjaman, dll.
 
adakah suatu tindakan luar biasa yang telah beliau lakukan untuk
menghadapi situasi tersebut ?
 
————————————————————————————-
bagi kita yang masih hidup ini sebuah teguran,
sebuah hikmah yang Allah pertontonkan di depan mata kita dengan gamblang.
apa yang bisa kita lakukan sebagai seorang suami bagi istri kita,
seorang ayah dari anak-anak kita.
kitapun mencintai mereka, begitu mencintai mereka hingga mendarah daging.
 
saat ini kita masih dikaruniai sehat oleh ALLAH SWT,
sehat jiwa, raga dan akal.
tubuh kita masih kuat dan tegap.
 
kita masih bisa bekerja, dan perusahaan masih memakai kita sebagai
salah satu dari sekian banyak mesin uang mereka.
 
semestinya kita punya program kedepan untuk “meyisihkan” beberapa bagian dari gaji kita
untuk membayar diri kita sendiri, bahkan istri dan anak-anak kita.
 
agar jika,
izroil datang menjemput kita.
kita masih bisa membahagiakan mereka,
dan tidak semakin membuat mereka sedih dan bersusah-payah,
setidaknya untuk beberapa masa kedepan.
 
sebagaimana yang Allah sampaikan dalam Al-Qur’an (2:240) :
 
240. Dan orang-orang yang akan meninggal dunia di antara kamu dan meninggalkan isteri, hendaklah berwasiat untuk isteri-isterinya, (yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya dan tidak disuruh pindah (dari rumahnya). Akan tetapi jika mereka pindah (sendiri), maka tidak ada dosa bagimu (wali atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang ma’ruf terhadap diri mereka. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS 2:240)
 
————————————————————————————-
apa yang aku tulis hari ini,
merupakan garis hidup yang telah Allah sampaikan untuk kita,
dengan wasilah jari-jari tangan ini.
tulisan ini bisa jadi ‘berarti’ (untuk hari ini, esok atau lusa),
bisa jadi juga hanya sekumpulan kata-kata belaka.
semua kembali ke diri kita.
 
(1)
persiapkan hari esokmu dari sekarang.
persiapkan bekal akhirat,
persiapkan bekal dunia untuk mereka yg kita tinggalkan.
jika ingin menyesal, menyesal-lah sekarang.
karena nanti, pasti sudah terlambat.
 
(2)
jika hari ini kita keras dengan hidup kita,
maka kehidupan esok akan menjadi lunak.
namun sebaliknya,
jika hari ini kita lunak dengan hidup kita,
maka kehidupan esok hari akan keras terhadap kita.

(3)
berhentilah sejenak,
bukan dari siapa,
tapi dari apa yang disampaikan
 
————————————————————————————-
 
wasilah berupa program tabungan masa depan (syari’ah) sudah ada.
dengan hanya menyisihkan minimal 10% dari gaji yg kita terima tiap bulan,
insya Allah akan bermanfaat, demi org2 yang kita cintai.
 
Insya Allah,
saya dan teman-teman kita yang ahli di bidang itu pasti siap membantu untuk mewujudkan cita2 tersebut.
 
https://justposting.wordpress.com

Powered by ScribeFire.

Iklan
Kategori:imho, Karena Cinta
  1. Mei 26, 2009 pukul 5:34 am

    Salam

    Kalau boleh usul endingnya diperhalus sedikit.

    Tertulis :
    Insya Allah saya siap membantu untuk mewujudkan cita2 itu.

    Diusulkan :
    Insya Allah teman-teman kita yang ahli di bidang itu pasti siap membantu untuk mewujudkan cita2 itu.

    Kalimat di bawahnya di hapus donk

    Salam

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: